Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menghitung IMT dan Kategorinya Menurut Standar WHO Asia Pasifik

cara menghitung imt


Cara Menghitung IMT dan Kategorinya

Penting mengetahui bagaimana cara menghitung IMT untuk menilai status gizi diri sendiri secara akurat. Faktanya, orang dengan berat badan terlalu rendah (kurus) atau memiliki berat badan terlalu tinggi (obesitas) sama-sama memiliki resiko terhadap berbagai masalah kesehatan, misalnya anemia, diabetes mellitus, hipertensi, dan stroke.

Untuk itu, Anda perlu tahu cara menghitung Indeks massa tubuh dengan benar. Hasil IMT bisa dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam satuan meter kuadrat.

Lebih lengkapnya, berikut adalah cara menghitung IMT sesuai standar Kemenkes RI dan WHO.

rumus imt

Rumus IMT

Rumus untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah

IMT = Berat Badan (kg) ÷ (Tinggi Badan (m))2

Contoh kasus 1

Saya memiliki berat badan 70 kg dan memiliki tinggi badan 170cm. Maka cara dan hasil perhitungan IMT Saya adalah

  1. Pertama, ubah tinggi badan ke satuan Meter — 170 cm = 1.7 m
  2. Kalikan tinggi badan yang sudah diubah ke meter dan dikuadratkan — 1,70 m x 1,70 m = 2,89 m2
  3. Selanjutnya, bagi berat badan dengan hasil dari tinggi badan yang dikuadratkan — IMT = 70 kg/ 2,89 m2 = 24.2 kg/m
  4. Maka nilai IMT Anda adalah 24.2 kg/m2 
  5. Langkah terakhir adalah mengkategorikan hasil IMT untuk mengetahui kategori status gizi anda — IMT = 24.2 kg/m2 masuk dalam kategori overweight menurut standar WHO Asia-Pasifik.

Contoh kasus 2

Seorang lansia dengan jenis kelamin perempuan memiliki tinggi badan 155 cm dan berat badan 50 kg

Maka hasil perhitungan IMT-nya adalah
  1. 155 cm = 1.55 m
  2. 1.5 x 1.5 = 2.25 m²
  3. 50 kg/ 2.25 m² = 22.22 kg/m²
  4. IMT = 22.22 kg/m²
  5. Termasuk kategori Status Gizi Normal
Agar lebih cepat dan praktis dalam menghitung IMT, Anda bisa gunakan Kalkulator IMT dan Berat Badan Ideal kami.

Kategori IMT Menurut Standar WHO Asia-Pasifik

Setelah memahami cara menghitung IMT, selanjutnya kamu perlu mengetahui apa saja kategori IMT. Terdapat dua kategori IMT yang umum digunakan oleh instansi kesehatan baik di Indonesia maupun dunia, yaitu Kategori IMT WHO Asia-Pasifik dan WHO global.

Adapun kategori IMT menurut WHO Asia-Pasifik yaitu

  • <18,5 :  Status Gizi kurang / Underweight
  • 18,5 - 22,9 : Normal
  • 23 - 24,9 : Overweight (berisiko)
  • 25 - 29,9 : Obesitas I
  • ≥ 30 : Obesitas II
Anda bisa menggunakan kategori tersebut untuk menentukan status gizi berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh.

Menentukan Status Gizi dengan Nilai Indeks Massa Tubuh

Setelah mengetahui cara menghitung indeks massa tubuh, dan bisa menentukan kategorinya. Selanjutnya, Anda bisa menggunakan hasilnya untuk mengevaluasi status gizi dan menentukan langkah yang tepat untuk mendapatkan status gizi yang terbaik.

Berikut penjelasan mengenai nilai IMT dan kategori status gizi beserta tips pengaturan pola makan dan gaya hidup yang tepat.

1. Berat Badan Kurang (underweight)

Seseorang termasuk dalam kategori underweight jika hasil IMT-nya kurang dari 18.5 kg/m2 . Fokus utama untuk kategori ini adalah meningkatkan berat badan, dan massa otot untuk menghindari malnutrisi.

Orang dengan IMT < 18,5 sering mengalami negative energy balance, yaitu kondisi ketika asupan energi lebih sedikit daripada kebutuhan tubuh. Hal ini berdampak pada kelemahan otot, cepat lelah, dan penurunan kapasitas fisik. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan berat badan rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami sarcopenia (kehilangan massa otot) serta tingkat kematian lebih tinggi akibat lemahnya cadangan energi tubuh.(1)

Orang yang termasuk kurang gizi atau underweight, perlu meningkatkan asupan kalori tinggi protein, serta lemak sehat. Selain itu, perbanyak makanan bergizi dan padat energi (misalnya daging, kacang, dan alpukat) serta makanan yang kaya vitamin dan mineral.

Asupan makanan yang tinggi kalori serta kaya nutrisi, penting untuk menciptakan surplus kalori dan menghindari kekurangan gizi.

Kamu bisa menghitung kebutuhan kalori harian dengan mudah menggunakan kalkulator kebutuhan kalori harian kami.

2. Status Gizi Normal

Menurut kategori WHO Asia Pasifik, orang dengan status gizi normal memiliki IMT antara 18.5 sampai dengan 22.9 kg/m2. Orang pada kategori ini, memiliki rentang berat badan yang ideal.

Untuk itu, menjaga pola makan yang sehat dan olahraga rutin untuk tetap memastikan berat badan berada di rentang ideal menjadi fokus utamanya.

Pertahankan pola makan seimbang, olahraga secara teratur, serta lakukan monitoring berat badan setiap beberapa bulan.

3. Berat Badan Berlebih (Overweight)

Orang dengan IMT 23 sampai dengan 24.9 kg/m2 dikategorikan overweight menurut standar WHO Asia Pasifik.

Kategori overweight menjadi fase awal yang memberikan sinyal bahwa resiko penyakit metabolik mulai meningkat.

Orang dengan IMT ≥23 (overweight) cenderung mengalami kelebihan cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk lemak tubuh. Kondisi ini meningkatkan risiko resistensi insulin, peradangan kronis tingkat rendah, dan gangguan metabolisme yang berdampak pada penurunan kualitas kesehatan. 

Studi menunjukkan bahwa overweight berhubungan erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, serta penurunan kapasitas fisik akibat akumulasi lemak visceral.(2)

Orang pada kategori ini, perlu mulai mengurangi asupan makanan tinggi gula dan lemak jenuh, memperbanyak buah dan sayur, serta melakukan aktivitas fisik rutin minimal 150 menit per minggu. 

4. Obesitas

Seseorang bisa dikategorikan Obesitas jika memiliki nilai IMT diatas 25 menurut standar WHO Asia Pasifik.

Seseorang pada kategori ini, perlu melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup jangka panjang.

Individu dengan IMT ≥ 25 (obesitas) mengalami penumpukan lemak tubuh yang berlebihan sehingga terjadi ketidakseimbangan metabolisme, termasuk resistensi insulin, dislipidemia, serta peradangan kronis tingkat rendah. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kapasitas fisik, tetapi juga meningkatkan risiko serius terhadap penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, kanker tertentu, serta mortalitas dini.

Studi epidemiologi global menunjukkan bahwa obesitas merupakan salah satu penyebab utama beban penyakit tidak menular di dunia modern.(3)

Seperti halnya pada overweight, seseorang dalam kategori obesitas perlu melakukan perubahan pola makan yang lebih sehat, meningkatkan olahraga rutin, kurangi konsumsi minuman manis dan juga tinggi natrium, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala untuk memantau risiko penyakit metabolik.

Tips Menjaga IMT tetap Normal

- Pola makan seimbang – Konsumsi karbohidrat kompleks, protein cukup, serat, vitamin, dan mineral.

- Aktivitas fisik rutin – Minimal 150 menit aktivitas aerobik sedang per minggu (WHO).

- Tidur cukup – Kurang tidur bisa memicu kenaikan berat badan.

- Kurangi gula dan makanan olahan – Hindari minuman manis berlebihan.

- Pantau berat badan secara berkala – Gunakan kalkulator IMT online untuk memantau progres.

Kesimpulan

mengetahui cara menghitung Indeks Massa Tubuh sangat diperlukan. Hal ini berkaitan dengan pentingnya menjaga nilai IMT tetap berada di kisaran normal untuk mendukung keseimbangan energi, fungsi metabolisme, serta menurunkan risiko penyakit kronis.

Daftar Pustaka

  1. Bosy-Westphal, A., & Müller, M. J. (2015). Identification of skeletal muscle mass depletion across age and BMI groups in health and disease—There is need for a unified definition. International Journal of Obesity, 39(3), 379–386. https://doi.org/10.1038/ijo.2014.161
  2. Afshin, A., et al. (2017). Health effects of overweight and obesity in 195 countries over 25 years. New England Journal of Medicine, 377(1), 13–27. https://doi.org/10.1056/NEJMoa1614362
  3. Hruby, A., & Hu, F. B. (2015). The Epidemiology of Obesity: A Big Picture. Pharmacoeconomics, 33(7), 673–689. https://doi.org/10.1007/s40273-014-0243-x
Foto Penulis

Ditulis oleh Muhammad Fadlil Fatihunnajah, S.Gz.

ahli gizi berpengalaman dengan latar belakang di bidang gizi klinis. Saat ini, beliau aktif memberikan konsultasi gizi dan edukasi kesehatan di rumah sakit, membantu pasien untuk mencapai pola makan yang lebih sehat dan seimbang.

Posting Komentar untuk "Cara Menghitung IMT dan Kategorinya Menurut Standar WHO Asia Pasifik"